Home » » BERMAKMUM DI BELAKANG IMAM | BERMAKMUM DI BELAKANG IMAM

BERMAKMUM DI BELAKANG IMAM | BERMAKMUM DI BELAKANG IMAM

Posted by Kata Berjawab on Kamis, 19 Februari 2015


  1. Di Mesjid Nabawi di Madinah ada makmum yang membelakangi imam, dan di Masjidil Haram (Mekkah), imam itu hanya satu, sedangkan yang bermakmum dari empat jurusan. Apakah berjamaah semacam itu tidak bertentangan dengan agama? H. Oni Mughni –Ciawi-
Ukuran salah dan benar, haq dan batal dalam urusan agama, diukur dengan kealiman dan kebodohan seseorang yang melakukan dan memfatwakannya, dan tidak pula diukur dengan tempatnya, seperti Mekkah dan Madinah, apalagi di Mekkah atau Madinah pada musim haji, tidak semua yang naik haji itu orang alim, kebanyakan orang awam, karenanya kita tidak kaget bila di sana melihat bermacam-macam cara dalam melakukan peribadahan.
Tentu ada yang tidak sesuai dengan Al-quran dan hadis yang sahih, tapi tidak semua yang tidak sama dengan kita pasti salah, bila yang dilakukan mereka memiliki dasar dalil dari quran dan hadis, tenu prbuatan itu benar, sebab hanya kedua pokok itu ukuran untuk mengukur benar atau salah.
Orang yang bermakmum di hadapan imam, yakni imam di belakang dia, tentu tidak dibenarkan oleh agama, contoh dan ketentuan yang disyariatkan oleh Rasulullah dalam cara bermakmum seperti itu mesti di belakang imam. Makmum di hadapan imam tidak sah walaupun di lakukan di Mekkah.
Sembahyang di Masjidil Haram , imam dan makmum mesti menghadap kiblat, para makmum sembahyang sekeliling Ka’bah , mereka di garis belakang garis imam.
Bila sekeliling Ka’bah dibuat shaf, tentu para makmum tidak berdiri sejajar atau se-shaf dengan imam, mereka berdiri di shaf  belakang shaf  (garis) imam.
Adapun ketentuan dan aturan yang disyariatkan Rasulullah saw. sehubungan dengan tempat dan makmum dalam salat berjamaah, sebagai berikut: Makmum yang hanya satu orang berjamaah berdua dengan imam, maka tempat makmum sejajar dengan imam, di sebelah kanan imam, kecuali makmumnya perempuan, maka tempatnya di belakang.
Bila jumlah makmum laki-laki lebih dari satu orang, maka tempatnya bershaf di belakang imam, tempat makmum perempuan di belakang shaf laki-laki, walaupun hanya satu orang.
Bila shaf sudah penuh, dan ada seorang laki-laki akan bermakmum, tidak boleh ia bermakmum di belakang shaf sendirian, ia mesti menyelinap ikut ber-shaf, atau minta salah seorang makmum yang sudah mendapat tempat pada shaf itu mundur menemani dia, kecuali makmumnya perempuan, tetap ia mesti di belakang shaf laki-laki walaupun sendirian.

BERMAKMUM KEPADA AHLI BIDAH
  1. Bagaimanakah pelaksanaanya berjamaah salat shubuh dibelakang imam yang berkeyakinan doa qunut mesti dibaca.Apakah simakmum yang berkeyakinan doa qunut itu bi’dah turut membaca amin ataukah diam ataukah mufaraqah ( meninggalkan berjamaah )?Pertanyaan lewat penyebar ,,Risalah “sdr. A. Roma.kaliwungu .
Berma’mum kepada imam yang melakukan suatu bid’ah dalam salatnya,bacaan qunut shubuh, tidak berarti kita wajib mengikuti atau turut melakukan bid’ahnya.Sebab tidak ada taat terhadap makhluk dalam bermaksiat kepada kholik (Allah).
Disaat imam membaca qunut shubuh, makmum yang sudah mengetahui bahwa hukumnya bid’ah.Tidak turut berqunut dan tidak mengamin-kannya,tapi ia diam menunggu hingga ia selesai,sebagimana halnya orang yang bermakmum dalam shalat dzuhur, bila surat dan patihah sudah selesai dibaca, sedangkan imam belum sekesai, maka kita diam menunggu hingga selesainya imam.
Karenanya, sebaiknya kita memilih imam, sebagimana yang yang dipesankan dalam hadis shahih, yaitu pilihlah orang yang paling pandai dalam Al-quran, jika tidak ada pilihlah yang paling pandai dalam urusan hadis atau kita sendiri beramar ma’ruf  nahyi munkar, agar bidah – bidah itu tidak dilakukan “.
يُصَلُّونَ لَكُمْ فَإِنْ أَصَابُوا فَلَكُمْ وَإِنْ أَخْطَئُوا فَلَكُمْ وَعَلَيْهِمْ .ح ص رواه احمدوالبخاري.
,,(Imam – imam itusalat jadi imam untuk kamu.Maka jika mereka itu benar, maka adalah baik untukmu dan untuk mereka. Dan apabila mereka salah (tetap ) baik untukmu, dan kesalahan mreka adalah tanggungan mereka”.


Diberdayakan oleh Blogger.
.comment-content a {display: none;}